Rabu, 22 Maret 2017

Stress dan Mimpi Buruk


Apa itu mimpi? Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indera-indera lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Pada saat tertidur, panca indera dari tubuh kita tidak bekerja, tetapi otak kita tetap bekerja. Bahkan otak akan lebih aktif saat kita bermimpi daripada saat kita terbangun dan beraktivitas. Oleh karena itu, otak dapat menciptakan gambaran-gambaran berupa imajinasi tanpa ada peranan panca indera. Apa yang akan kita mimpikan bergantung pada beberapa hal. Salah satu faktornya yaitu mengenai kesan dan hal-hal yang pernah dialami sebelumnya, sehingga hal tersebut sangat membekas dalam ingatan kita. Rutinitas atau kegiatan sehari-hari yang kita jalani juga dapat menyebabkan hal yang akan kita mimpikan. Misalnya, pekerjaan kantor yang berat membuat kita bermimpi tentang pekerjaan, mengkhawatirkan ujian sekolah, bisa juga mengenai seseorang yang dirindukan. Tapi, terkadang kita mendapatkan mimpi mengenai solusi dari persoalan yang kita hadapi.

 
            Pernahkah kalian merasa stress? stress akan sesuatu yang kita inginkan, atau sesuatu yang akan/telah terjadi. Sehingga tiap detik pikiran kita hanya tertuju pada masalah tersebut. Stress adalah sesuatu keadaan yang tidak bisa kita hindari karena merupakan bagian dari kehidupan manusia, tapi kita dapat mengkontrol stress agar tidak menjadikan hal yang buruk bagi hidup kita. Stress tidak selamanya buruk, namun stress juga dapat bermanfaat bagi kehidupan seseorang seperti tantangan dan motivasi sehingga seseorang menjadi lebih maju, asalkan stress tersebut masih dalam kondisi yang wajar.

            Stress merupakan tekanan biasa kehidupan sehari-hari, seperti masalah di rumah atau sekolah, atau suatu kejadian besar yang dapat memberikan gangguan traumatis pada diri seseorang. sehingga kejadian tersebut dapat memicu mimpi buruk. contohnya pada kasus kecelakaan yang dialami seseorang. kecelakaan tersebut membuat cedera pada salah satu bagian anggota tubuhnya, dan membuat dirinya tidak dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang biasanya ia lakukan sehari-hari. Orang tersebut menjadi stress dan banyak berpikir tentang peristiwa yang telah ia alami. Seperti “bagaimana kecelakaan itu dapat menimpa dirinya?” dan lain-lain. Sehingga ia selalu merasakan cemas, yang akhirnya memberikan perasaan trauma terhadapnya. Karena ia selalu memikirkannya, stress dapat menyebabkan mimpi buruk pada seseorang itu.

            Mimpi buruk merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang diliputi perasaan cemas, tertekan, takut, dan bahkan terror yang kuat saat tidur. Gangguan mimpi buruk dapat menyebabkan kantuk yang berlebihan, yang dapat menyebabkan kesulitan dimana saja, atau masalah dengan kegiatan sehari-hari, seperti kurangnya berkonsentrasi. Untuk itu jangan pernah memikirkan sesuatu yang akan membuat diri kita stress.  Karena apabila kita stress, kita tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan benar. Mulailah menjalani kehidupan seperti biasanya.  Seperti berolahraga secara teratur, jika kita menggemari hobi tertentu tekunilah hobi tersebut, hindari pencetus terjadinya stress, bila perlu lakukan perubahan. Dengan cara bersosialisasilah dengan orang lain dan jangan terlalu menyendiri, bergembiralah setiap hari, beri senyuman pada orang-orang disekitar kita, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang sudah terjadi. Tetapi jika kita mengalami stress yang cukup berat, berkonsultasilah dengan psikiater. Agar stress yang dialami tidak bertambah parah.

 

 

Referensi :



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar