Apa
itu mimpi? Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan,
pendengaran, pikiran, perasaan, atau indera-indera lain dalam tidur, terutama
saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).
Pada saat tertidur, panca indera dari tubuh kita tidak bekerja, tetapi otak
kita tetap bekerja. Bahkan otak akan lebih aktif saat kita bermimpi daripada
saat kita terbangun dan beraktivitas. Oleh karena itu, otak dapat menciptakan gambaran-gambaran
berupa imajinasi tanpa ada peranan panca indera. Apa yang akan kita mimpikan
bergantung pada beberapa hal. Salah satu faktornya yaitu mengenai kesan dan
hal-hal yang pernah dialami sebelumnya, sehingga hal tersebut sangat membekas
dalam ingatan kita. Rutinitas atau kegiatan sehari-hari yang kita jalani juga
dapat menyebabkan hal yang akan kita mimpikan. Misalnya, pekerjaan kantor yang
berat membuat kita bermimpi tentang pekerjaan, mengkhawatirkan ujian sekolah, bisa
juga mengenai seseorang yang dirindukan. Tapi, terkadang kita mendapatkan mimpi
mengenai solusi dari persoalan yang kita hadapi.
Pernahkah kalian merasa stress? stress akan sesuatu yang
kita inginkan, atau sesuatu yang akan/telah terjadi. Sehingga tiap detik
pikiran kita hanya tertuju pada masalah tersebut. Stress adalah sesuatu keadaan
yang tidak bisa kita hindari karena merupakan bagian dari kehidupan manusia,
tapi kita dapat mengkontrol stress agar tidak menjadikan hal yang buruk bagi
hidup kita. Stress tidak selamanya buruk, namun stress juga dapat bermanfaat
bagi kehidupan seseorang seperti tantangan dan motivasi sehingga seseorang
menjadi lebih maju, asalkan stress tersebut masih dalam kondisi yang wajar.
Stress merupakan tekanan biasa kehidupan sehari-hari,
seperti masalah di rumah atau sekolah, atau suatu kejadian besar yang dapat
memberikan gangguan traumatis pada diri seseorang. sehingga kejadian tersebut
dapat memicu mimpi buruk. contohnya pada kasus kecelakaan yang dialami
seseorang. kecelakaan tersebut membuat cedera pada salah satu bagian anggota
tubuhnya, dan membuat dirinya tidak dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang
biasanya ia lakukan sehari-hari. Orang tersebut menjadi stress dan banyak
berpikir tentang peristiwa yang telah ia alami. Seperti “bagaimana kecelakaan
itu dapat menimpa dirinya?” dan lain-lain. Sehingga ia selalu merasakan cemas,
yang akhirnya memberikan perasaan trauma terhadapnya. Karena ia selalu
memikirkannya, stress dapat menyebabkan mimpi buruk pada seseorang itu.
Mimpi buruk merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang
diliputi perasaan cemas, tertekan, takut, dan bahkan terror yang kuat saat
tidur. Gangguan mimpi buruk dapat menyebabkan kantuk yang berlebihan, yang
dapat menyebabkan kesulitan dimana saja, atau masalah dengan kegiatan
sehari-hari, seperti kurangnya berkonsentrasi. Untuk itu jangan pernah
memikirkan sesuatu yang akan membuat diri kita stress. Karena apabila kita stress, kita tidak bisa
mengerjakan sesuatu dengan benar. Mulailah menjalani kehidupan seperti biasanya.
Seperti berolahraga secara teratur, jika
kita menggemari hobi tertentu tekunilah hobi tersebut, hindari pencetus
terjadinya stress, bila perlu lakukan perubahan. Dengan cara bersosialisasilah
dengan orang lain dan jangan terlalu menyendiri, bergembiralah setiap hari,
beri senyuman pada orang-orang disekitar kita, jangan terlalu memikirkan
hal-hal yang sudah terjadi. Tetapi jika kita mengalami stress yang cukup berat,
berkonsultasilah dengan psikiater. Agar stress yang dialami tidak bertambah
parah.
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar