Jumat, 31 Maret 2017

Apa itu Komunikasi?









Manusia merupakan makhluk sosial yang dalam hidupnya memerlukan orang lain untuk berinteraksi dan juga berkomunikasi. Komunikasi dilakukan dimana saja, seperti didalam keluarga, tempat kerja, maupun dengan masyarakat di lingkungan sekitar. 

 
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi yang berupa pesan, ide dan gagasan yang dilakukan dari satu pihak ke pihak lain. Secara umum penyampaian informasi atau komunikasi dilakukan dengan cara verbal (lisan, ucapan), biasanya kita menggunakan lisan atau ucapan yang dimengerti oleh kedua pihak. Tapi kita juga dapat menggunakan cara non verbal yaitu  dengan gerakan-gerakan tubuh seperti tersenyum, menggerakkan bahu dan lain lain. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan. Oleh karena itu, didalam komunikasi kita harus mengetahui bagaimana proses komunikasi itu terjadi. Komunikasi terjadi bila ada Source (pengirim pesan) ---> Message (pesan yang disampaikan) ---> Receiver (penerima pesan). Tanpa salah satu itu komunikasi tidak dapat terjadi. 

Apa hubungannya komunikasi dengan psikologi??
 
Menurut saya, komunikasi yaitu proses penyampaian pesan. Sedangkan ilmu Psikologi yaitu bagaimana kita mempelajari tingkah laku manusia.  Dengan mempelajari tingkah laku manusia, kita dapat mengenal karakter dari seseorang. Karena komunikasi dilakukan oleh dua orang atau lebih, kita memerlukan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif terjadi dengan cara mengenal tingkah laku. Sehingga dalam berkomunikasi muncul hubungan yang baik dengan orang lain. 

Rabu, 29 Maret 2017

Brand dan Teori Belajar


Sejarah Samsung Mobile Phone dari Awal Berdiri Hingga Sekarang

Sekarang ini siapa yang tidak mengenal SAMSUNG?? Raksasa elektronik yang satu ini namanya udah bener - bener tenar di alam semesta dan jagat raya.

Samsung mobile phone telah ada sejak tahun 1983. Perusahaan yang berbasis di Korea Selatan ini telah berdagang dan memproduksi barang-barang elektronik selama hamper 70 tahun. Yang unik, Samsung tidak terlibat dalam pembuatan produk elektronik tetapi prouk lainnya. Pada tahun1938 pendiri Samsung, Byung Chull Lee mendirikan perusahaan perdagangan ekspor di Korea yang menjual ikan, sayuran dan buah ke China. Penamaan perusahaan start-up ini berasal dari Korea yang ditrjemahkan menjadi ‘bintang tiga’ dalam bahasa Inggris. Dalam satu decade, Samsung memiliki pabrik tepung dan mesin gula lalu menjadi perusahaan bersama pada tahun 1951.

Dari tahun 1958 dan seterusnya  Samsung mulai ekspansi ke industry lain seperti keuangan, media, bahan kimia dan pembangunan kapal. Baru kemudian pada tahun 1969, induk perusahaan Samsung Mobile Phone, Samsung Electronic didirikan dn memproduksi produk-produk Samsung yang paling terkenal, seperti teevisi, ponsel, radio, komponen computer dan perangkat elektronik lainnya. Di tahun 1987, pendiri dan chairman Byung Chull Lee meninggal dan jabatan chairman diambil alih oleh Kun Hee Lee.  Pada tahun 1990, Samsungpun mulai membangun pabrik dan melakukan ekspansi secara global di AS, Inggris, Jerman, Thailand, Meksiko, Spanyol dan China sampai 1997. Ponsel Samsung menemukan jalan ke AS untuk pertama kalinya pada tahun 1996, ketika mereka bermitra dengan sprint pada baris ponsel ramping dan compact.

Pada tahun 1993, Samsung Mobile Phone merilis seri SH-700, yang lebih membanggakan lagi desainnya dirancang dengan ukuran yang lebih kecil dan lebih ramping serta kualitas suara yang lebih baik. Dengan produk yang lebih baik dan kampanye pemasaran yang lebih agresif. Samsung berhasil mengambil setengah pangsa pasar ponsel di Korea dari Motorola. Namun pada tahun 1997 hampir semua bisnis di Korea menyusut dan tidak terkecuali juga pada Samsung. Mereka menjual bisnisnya untuk meringankan utang dan mengurangi karyawan menjadi 50.000. namun berkat industry elektronik mereka akhirnya bisa berhasil untuk terus tmbuh hingga sekarang.

Setelah itu, mereka mengembangkan gabungan dari ponsel pintar (smartphone) dengan ponsel pemutar mp3 menjelang akhir abad ke-20. Pada kuartal 3 tahun 2008, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Samsung Mobile mengirim lebih dari 50 juta handset meskipun saat itu sedang resesi global. Pada awal 2009, pangsa pasar global Samsung Mobile pun telah berdiri lebih dari 17% kedua dari Nokia. Samsung kmudian mendedikasikan dirinya dalam dunia industry 3G. seperti membuat video, ponsel kamera, dan lain-lain, untuk memenuhi permintaan konsumen. Di awal tahun 2009 pula, Samsung Mobile dan T-Mobile memperkenalkan Memoir, sebuah ponsel dengan kamera 8 Megapiksel yang terbaik di kelasnya. Selama perjalanannya, Samsung telah membuat pertumbuhan yang stabil dalam industry mobile hingga terus berkembang sampai sekarang.


Teori Belajar Menurut Thorndike

http://belajarpsikologi.com/teori-belajar-behaviorisme/

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).

Salah satunya yaitu Teori Belajar Behaviorisme. Behaviorisme adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan.

Persaingan smartphone dan tablet di era sekarang menuntut banyaknya inovasi dan tekhnologi yang baru baik dari sisi Hardware maupun Softwarenya. Seperti banyaknya bermunculan OS baru yang mana OS merupakan software sebuah smartphone. Smartphone ataupun tablet juga memiliki sistem operasi yang powerfull untuk mendukung beragam aplikasi dan kebutuhan penggunanya. Oleh karena itu, semakin canggih produk yang diberikan Samsung maka semakin banyak respon positif yang diberikan konsumen terhadap produk tersebut. Dengan begitu, seiring perkembangan produksi yang semakin meningkat, Samsung mampu memberikan kepuasan terhadap konsumen yang menggunakan produknya.




Rabu, 22 Maret 2017

Stress dan Mimpi Buruk


Apa itu mimpi? Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indera-indera lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Pada saat tertidur, panca indera dari tubuh kita tidak bekerja, tetapi otak kita tetap bekerja. Bahkan otak akan lebih aktif saat kita bermimpi daripada saat kita terbangun dan beraktivitas. Oleh karena itu, otak dapat menciptakan gambaran-gambaran berupa imajinasi tanpa ada peranan panca indera. Apa yang akan kita mimpikan bergantung pada beberapa hal. Salah satu faktornya yaitu mengenai kesan dan hal-hal yang pernah dialami sebelumnya, sehingga hal tersebut sangat membekas dalam ingatan kita. Rutinitas atau kegiatan sehari-hari yang kita jalani juga dapat menyebabkan hal yang akan kita mimpikan. Misalnya, pekerjaan kantor yang berat membuat kita bermimpi tentang pekerjaan, mengkhawatirkan ujian sekolah, bisa juga mengenai seseorang yang dirindukan. Tapi, terkadang kita mendapatkan mimpi mengenai solusi dari persoalan yang kita hadapi.

 
            Pernahkah kalian merasa stress? stress akan sesuatu yang kita inginkan, atau sesuatu yang akan/telah terjadi. Sehingga tiap detik pikiran kita hanya tertuju pada masalah tersebut. Stress adalah sesuatu keadaan yang tidak bisa kita hindari karena merupakan bagian dari kehidupan manusia, tapi kita dapat mengkontrol stress agar tidak menjadikan hal yang buruk bagi hidup kita. Stress tidak selamanya buruk, namun stress juga dapat bermanfaat bagi kehidupan seseorang seperti tantangan dan motivasi sehingga seseorang menjadi lebih maju, asalkan stress tersebut masih dalam kondisi yang wajar.

            Stress merupakan tekanan biasa kehidupan sehari-hari, seperti masalah di rumah atau sekolah, atau suatu kejadian besar yang dapat memberikan gangguan traumatis pada diri seseorang. sehingga kejadian tersebut dapat memicu mimpi buruk. contohnya pada kasus kecelakaan yang dialami seseorang. kecelakaan tersebut membuat cedera pada salah satu bagian anggota tubuhnya, dan membuat dirinya tidak dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang biasanya ia lakukan sehari-hari. Orang tersebut menjadi stress dan banyak berpikir tentang peristiwa yang telah ia alami. Seperti “bagaimana kecelakaan itu dapat menimpa dirinya?” dan lain-lain. Sehingga ia selalu merasakan cemas, yang akhirnya memberikan perasaan trauma terhadapnya. Karena ia selalu memikirkannya, stress dapat menyebabkan mimpi buruk pada seseorang itu.

            Mimpi buruk merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang diliputi perasaan cemas, tertekan, takut, dan bahkan terror yang kuat saat tidur. Gangguan mimpi buruk dapat menyebabkan kantuk yang berlebihan, yang dapat menyebabkan kesulitan dimana saja, atau masalah dengan kegiatan sehari-hari, seperti kurangnya berkonsentrasi. Untuk itu jangan pernah memikirkan sesuatu yang akan membuat diri kita stress.  Karena apabila kita stress, kita tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan benar. Mulailah menjalani kehidupan seperti biasanya.  Seperti berolahraga secara teratur, jika kita menggemari hobi tertentu tekunilah hobi tersebut, hindari pencetus terjadinya stress, bila perlu lakukan perubahan. Dengan cara bersosialisasilah dengan orang lain dan jangan terlalu menyendiri, bergembiralah setiap hari, beri senyuman pada orang-orang disekitar kita, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang sudah terjadi. Tetapi jika kita mengalami stress yang cukup berat, berkonsultasilah dengan psikiater. Agar stress yang dialami tidak bertambah parah.

 

 

Referensi :



 

Jumat, 17 Maret 2017

''Inspire the World, Create the Future''





Siapa yang tidak mengenal Samsung? Sebuah perusahaan asal Korea Selatan yang mampu menjadi salah satu vendor tersukses dalam bisnis teknologi dari tahun ketahun. Samsung berdiri pada tahun 1938 yang diprakarsai oleh Lee Byung Chull (1910-1987). Nama Samsung diambil dari sebuah kata dalam bahasa Korea yang memiliki arti “tiga bintang”.

Filosofi yang terkandung di dalamnya adalah jenis usaha yang meliputi elektronik, teknologi informasi, dan pengembangan. Era kejayaan Samsung telah lahir pada tahun 1990-an. Bahkan Samsung merupakan salah satu perusahaan yang mampu selamat dalam krisis keuangan Asia pada tahun 1997 silam.


Saya merupakan salah satu pengguna smartphone android Samsung. Pada saat saya masih menduduki bangku SMP, saya sudah dibelikan smartphone Samsung dengan tipe Galaxy young. Saya sangat menyukai modelnya yang kecil dan mudah untuk dibawa kemana saja. Pada saat pertama kali, saya menggunakannya hanya untuk mengirim pesan, menerima/membuat panggilan, dan juga berfoto. Namun, kemudian saya mengetahui bahwa smartphone yang saya gunakan memiliki berbagai fitur dan system operasi yang canggih.


Saya merasa nyaman dan puas dengan fitur yang disediakan pada smartphone android tersebut. Sehingga untuk seterusnya saya tetap menggunakan smartphone android Samsung, dan tidak beralih ke smartphone lainnya. Dari segi harganyapun terjangkau, sesuai dengan tipe apa yang kita inginkan. Pada saat ini saya menggunakan Samsung Galaxy Prime, dengan aplikasi-aplikasi yang terdapat pada playstore dapat memudahkan saya dalam mengerjakan sesuatu.


Intinya, persepsi yang dihasilkan tiap orang pastinya berbeda-beda. Persepsi tersebut timbul dari sensasi yang saya dapatkan terhadap suatu objek yang saya gunakan. Tulisan ini saya tulis menurut pengalaman saya sendiri.


Referensi :
·      m.merdeka.com

Rabu, 15 Maret 2017



Sensasi, Persepsi, dan Ilusi Sosial



 Tahap paling awal dari penerimaan informasi ialah sensasi. Sensasi berasal dari kata “sense”, artinya alat penginderaan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Melalui alat indera, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat inderalah manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera, yaitu: penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa. Sensasi dipengaruhi oleh factor situasional dan factor personal. Factor situasional dari luar, misalnya: lembutnya suara dan tajamnya bebauan. Sedangkan factor personal adalah hal-hal yang dimiliki seseorang, misalnya: kapasitas alat indera, pengalaman seseorang, dan lingkungan budaya.

Persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi. Persepsi sebagai  proses kognitif baik lewat penginderaan, pandangan, penciuman, dan perasaan yang kemudian ditafsirkan. Persepsi dapat disebut juga sebagai pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menyimpulkan pesan. Hubungan sensasi dan persepsi sudah jelas. Sensasi adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu, menafsirkan makna informasi indrawi tidak hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi, ekspetasi, motivasi, dan memori. Persepsi  ditentukan oleh factor fungsional/personal, diantaranya: kebutuhan individu, pengalaman, usia, masa lalu, kepribadian, jenis kelamin, proses belajar, motif, dan pengetahuan terhadap obyek psikologis dll yang bersifat subyektif. Persepsi juga ditentukan oleh factor structural atau factor dari luar individu, diantaranya: lingkungan keluarga, lingkungan social hukum yang berlaku, dan nilai-nilai dalam masyarakat.

Apa itu Ilusi Sosial? Ilusi adalah pengamatan yang keliru, peristiwa objektif yang diterima oleh indera ternyata ditangkap secara salah. Sedangkan social merupakan segala yang berhubungan dengan manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti hubungan antar manusia, hubungan antara manusia dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Salah satu bagian dari ilusi social yaitu Fanatisme. Fanatisme merupakan suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu yang positif atau negative, pandangan yang tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan, tetapi dianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah. Seperti hal nya fans kpop atau kpopers yang ada di Indonesia. Banyak sekali yang menyukai budaya korea tersebut, mulai dari music dan juga dance. Pada beberapa tahun yang lalu, grup band asal korea selatan atau yang biasa disebut boyband Super Junior, datang ke Indonesia dalam acara music bank. Mereka terdiri dari 9 orang cowok keren yang pandai bernyanyi dan juga menari. Teman saya yang merupakan salah satu fans dari boyband tersebut merasa senang karena idolanya akan perform di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Teman saya sangat antusias untuk membeli tiket konser tersebut, dengan mengeluarkan budget yang tidak sedikit demi melihat idolanya tersebut di Jakarta. Tidak hanya membeli tiket tapi juga membeli aksesoris-aksesoris yang digunakan oleh boyband tersebut. Seperti, lightstick, poster, pin, dan juga jaket. Bukan  hanya di Indonesia saja fans kpop yang terbilang fanatik, tapi juga di Korea itu sendiri sangat banyak fans yang rela membelikan benda-benda mahal untuk idolanya tersebut. Baru-baru ini saya melihat social media yang berisikan fakta mengenai artis-artis kpop, bahwa seorang fans di Korea rela memberikan hadiah berupa laptop gaming dan iPhone 7 kepada salah satu anggota boyband kpop. Terlihat sekali bahwa mereka sangat mencintai idolanya dan rela memberikan apapun untuknya, sehingga segala sesuatu yang mereka sukai/kagumi menjadi selalu benar. Sekarang ini makin banyak munculnya fans vs haters di kalangan boyband dan juga girlband. Jadi, sebaiknya kita menghindari sikap fanatic yang berlebihan tersebut, karena dapat merugikan diri sendiri dan juga untuk orang lain.

 

Referensi :

·         Rakhmat, Jalaludin. (2012). PSIKOLOGI KOMUNIKASI. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

 

 

Senin, 06 Maret 2017


Peran Komunikasi dalam Konseling Psikologi dengan “Pasien RSJ”

 


            Menurut James (1890) definisi psikologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan mental, baik dari fenomenanya dan kondisinya. Fenomena adalah hal-hal seperti yang kita sebut segi kehidupan sebagai perasaan, keinginan, kesadaran, daya nalar, alasan, keputusan, dan kehidupan.

            Psikiater merupakan orang yang menangani kejiwaan seseorang dengan cara komunikasi dengan pasien tersebut maupun keluarga ataupun kerabatnya. Dengan berkomunikasilah seorang psikiater dapat mengetahui latar belakang penyebab gangguan yang diderita seorang pasien, sehingga dapat menyimpulkan penyebab-penyebab terjadinya gangguan jiwa yang dideritanya.

            Psikiater dapat melakukan komunikasi interpersonal dengan pasien. Jenis komunikasi ini efektif mengubah sikap atau perilaku seseorang karena bersifat dialogis. Dari hasil dialog tersebut akan diketahui pribadi seseorang tentang apa yang disukai, tidak disukai, berdiskusi mengenai perasaan dan pikiran orang tersebut. Dengan pertemuan interpersonal kita dapat memberikan saran kepada pasien mengenai hal-hal apa saja yang dia perlukan.

            Berdasarkan Skinner (1987): “ ‘Methodological’ behaviourists often accept the existence of feelings and states of mind, but do not deal with them because they are”  Metode atau pendekatan behaviourist seringkali menerima adanya perasaan dan pernyataan, tapi tidak berhubungan dengan keduanya. Saya setuju dengan pernyataan Skinner bahwa pikiran dan  ‘covert behaviours’ lainnya tidak menjelaskan perilaku kita (karena hal itu tidak dapat menentukan apa yang kita lakukan).

Dengan menggunakan teori diatas kita dapat melakukan pendekatan terhadap pasien RSJ melalui komunikasi interpersonal baik dengan pasien itu sendiri dan juga melakukan komunikasi interpersonal dengan keluarga / teman dekat / kerabat pasien tersebut, untuk mengetahui kepribadian pasien tersebut sebelum dia menderita sakit jiwa. Dengan demikian akan lebih mudah bagi seorang psikiater merumuskan permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan komunikasi interpersonal dalam menangani kasus psikologi.



Referensi :
- Psychology The Science of Mind and Behaviour.