Rabu, 12 April 2017

Silogisme Pada Media


Hallo teman-teman, Kali ini saya akan menjelaskan sedikit mengenai Silogisme.

Apa itu Silogisme? Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun atas dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Telah dikatakan bahwa silogisme disusun oleh pernyataan dan kesimpulan atau proposisi dan konklusi. Di dalam proposisi terdapat dua buah premis yaitu premis mayor (premis umum) dan premis minor (premis khusus). 

Contoh :

PMa : Semua makanan yang mengandung bahan pengawet tidak sehat bagi tubuh.

PMi : Mie instan mengandung bahan pengawet.

K     : Mie instan tidak sehat bagi tubuh.

 
Saat ini banyak sekali media-media yang mengeluarkan berita hoax. Banyak sekali berita-berita hoax di Social Media. Contohnya kabar soal penculikan anak dengan pelaku yang berpura-pura menjadi orang gila masih meluas di daerah Sumatera Selatan, dua orang gila bahkan menjadi korban. Mereka ditangkap dan dipukuli lantaran dicurigai sebagai penculik anak, seperti informasi yang beredar di kalangan warga (Jumat, 24 Maret 2017). Kini, guna mengantisipasi kejadian serupa, Polres Empat Lawang akhirnya mengeluarkan maklumat yang berisi mewaspadai penyebaran informasi hoax isu penculikan anak. Yaitu, Warga jangan cepat percaya. Penyebar informasi hoax akan dikenakan sanksi sesuai Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
 
Mengapa konten negative di medsos lebih cepat menyebar?

Sepuluh tahun lalu, tingkat kepercayaan orang kepada informasi oleh orang yang dikenal belum begitu tinggi. Tapi sekarang, penyebaran informasi berjalan dengan begitu cepatnya. Menurut Aloisius Wisnuwardhana, Staf Kantor Kepresidenan RI, konten negatif di media sosial menyebar setengah kali lipat lebih cepat dari konten positif.  Secara psikologis, orang lebih suka mencari berita negatif daripada berita positif. Terlebih  di era digital seperti sekarang, sangat mudah sekali menggunakan aplikasi yang dapat diunduh secara gratis untuk membuat berita hoax di media sosial. Dari fenomena ini, bahkan muncul industrialisasi berita sesat. Ditambah dengan perkembangan teknologi yang begitu masif saat ini, membuat industri ini tumbuh sempurna. Rekayasa yang dibuat pun mudah. Seseorang bernama Spencer pernah membuat mesin produksi berita palsu. Caranya adalah dengan membuat kantung-kantung. Satu kantung berisi subjek yang bisa berupa siapa saja mulai dari politikus hingga selebritis. Kantung berikutnya adalah predikat atau kata kerja seperti meniduri, memacari, dan sebagainya. Kantung selanjutnya berisi objek, bisa polisi, politisi, dan lain-lain. Dengan kantung-kantung itu, mesin kemudian akan memunculkan berita. Yang lebih mencengangkan lagi, ketika dicari di mesin pencarian Google, berita-berita itu akan dimunculkan dari situs berita yang terpercaya. Kemudian dengan keberadaan tautan media sosial, berita itu pun dengan mudah menyebar lebih cepat. Untuk itu kita harus lebih berhati-hati dalam mengasumsikan suatu berita di media. Karena belum tentu berita yang kita baca benar adanya dan belum terbukti kebenarannya.

 

 

Referensi :


Rabu, 05 April 2017

Memori atau Ingatan



Pada kali ini saya akan menjelaskan sedikit mengenai Memori atau ingatan. Secara etimologi, memori atau memory (Inggris), memoire (Prancis) adalah keberadaan tentang masa lampau yang hidup kembali, catatan yang berisi penjelasan, dan alat yang dapat menyimpan dan meerekam informasi. Memori atau ingatan bukan merupakan suatu objek seperti mata, tangan dan organ tubuh lainnya. De Porter & Hernacki (dalam Afiatin 2001) menjelaskan bahwa memori atau ingatan adalah suatu kemampuan untuk mengingat apa yang telah diketahui. Seseorang dapat mengingat sesuatu pengalaman yang telah terjadi atau pengetahuan yang telah dipelajari pada masa lalu dalam ilmu psikologi disebut recall memory.

Proses memori mengandung 3 operasi umum:
1.      Pengkodean (Encoding)
Cara mentransformasikan input fisik indrawi menjadi sejenis representasi mental di dalam memori.

2.      Penyimpanan (Storage)
Cara menahan informasi yang sudah tersimpan di dalam memori.

3.      Pengeluaran (Retrieval)
Cara memperoleh akses menuju informasi yang sudah terimpan di dalam memori.

Proses merecall memory atau mengingat kembali sebuah informasi terkait erat dengan jenis memory atau ingatan yang akan dimunculkan kembali. Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (Matlin, 1998) mengajukan konsep memori yang dibedakan dalam 3 sistem penyimpanan informasi, yaitu :
1.      Memori Sensori (sensory memory)
Memori Sensori adalah suatu system memori yang dirancang untuk menyimpan informasi yang diterima dari sel-sel reseptor dalam waktu yang amat pendek.

2.      Memori Jangka Pendek (short term memory)
    Memori Jangka Pendek adalah salah satu proses penyimpanan informasi yang bersifatsementara. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek berisi informasi yang terpilih dari memori sensori.
3.      Memori Jangka Panjang (long term memory)
Memori Jangka Panjang diartikan sebagai tempat penyimpanan informasi yang bersifat permanen.

Contohnya yaitu, pada saat saya menjadi bendahara kelas. Setiap hari jumat saya selalu menagih uang khas teman-teman dikelas. Teman-teman saya pun menghampiri saya untuk membayar uang khas satu per satu. Tidak lupa saya selalu menyiapkan buku khas dan pulpen untuk mencatat daftar nama siapa saja yang sudah membayar uang khas. Kemudian salah satu teman saya bertanya, “eh tadi gue udh bayar uang khas belum ?”, saya pun lupa dan langsung mengecek daftar nama siapa saja yang sudah membayar uang khas. Karena kapasitas dalam memori jangka pendek sangat terbatas untuk menyimpan sejumlah informasi. Saya pun mencoba mengingat dalam memori jangka pendek. Ada dua cara mengingat dalam memori jangka pendek, yaitu; Parallel search, informasi yang disimpan dalam memori ditelusuri sekaligus. Misalnya pada saat teman saya bertanya, maka saya langsung mengingat wajah teman saya, dan dilanjutkan dengan mengingat namanya. Kemudian, penelusuran informasi dilakukan pada satu kesatuan informasi satu per satu. Seperti daftar nama-nama teman saya di buku khas. Ketika teman saya bertanya apakah ia sudah membayar atau belum, secara otomatis saya akan melihat, dan akan mengingat daftar nama-nama teman saya yang sudah membayar uang khas.
Itulah salah satu contoh memori jangka pendek menurut pengalaman saya. Mohon maaf jika ada salah penulisan. Terimakasih.

 
Referensi :