Menurut definisinya kepribadian adalah nilai sebagai stimulus sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan (Hilgard & Marquis), dan juga kehidupan seseorang secara keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuannya bertahan dan membuka diri, kemampuan memperoleh pengalaman (Stern).
Gangguan kepribadian paranoid
Paranoid merupakan suatu gangguan kepribadian di mana penderita gangguan ini selalu mencurigai orang lain. Orang-orang dengan diagnosis ini merasa dirinya diperlakukan secara salah dan dieksploitasi oleh orang lain, sehingga mereka berperilaku secara misterius dan selalu waspada terhadap tanda-tanda adanya tipu daya atau pelecehan. Mereka sering kali kasar dan bereaksi dengan kemarahan terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan. Mereka juga enggan memercayai orang lain dan cenderung menyalahkan orang lain serta menyimpan dendam meskipun jika ia sendiri juga salah. Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid ini terlalu sensitif, kaku, tidak fleksibel, argumentatif, dan melihat orang lain jelek. Mereka sangat pencemburu dan tanpa alasan dapat mempertanyakan kesetiaan pasangan atau kekasih mereka.
contoh kasus kepribadian paranoid dapat ditemukan pada sehari hari. Seperti gelisah, atau percaya bahwa orang lain tidak menyukai kita. Sehingga timbul rasa curiga, ketidakpercayaan, dan timbul rasa dendam terhadap orang lain. Oleh karena itu, Kebanyakan orang dengan gangguan kepribadian paranoid mengalami kesulitan interpersonal dalam konteks hubungan keluarga, pertemanan, dan situasi kerja. Usaha untuk meningkatkan kemampuan sosial seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid dapat membantu mencegah masalah gaya interpersonal yang menjadi karakteristik gangguan kepribadian paranoid.
Referensi :
http://www.psychoshare.com/file-142/psikologi-kepribadian/teori-teori-dalam-psikologi-kepribadian.html