Rabu, 31 Mei 2017

Kepribadian

Kata personality dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Yunani kuno prosopon atau persona, yang artinya ‘topeng’ yang biasa dipakai artis dalam theater. Para artis itu bertingkah laku sesuai dengan ekspresi topeng yang dipakainya, seolah-olah topeng itu mewakili ciri kepribadian tertentu. Jadi konsep awal pengertian personality (pada masyarakat awam) adalah tingkah laku yang ditampakkan ke lingkungan sosial- kesan mengenai diri yang diinginkan agar dapat ditangkap oleh lingkungan sosial.

Menurut definisinya kepribadian adalah nilai sebagai stimulus sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan (Hilgard & Marquis), dan juga kehidupan seseorang secara keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuannya bertahan dan membuka diri, kemampuan memperoleh pengalaman (Stern).

Gangguan kepribadian paranoid

Paranoid merupakan suatu gangguan kepribadian di mana penderita gangguan ini selalu mencurigai orang lain. Orang-orang dengan diagnosis ini merasa dirinya diperlakukan secara salah dan dieksploitasi oleh orang lain, sehingga mereka berperilaku secara misterius dan selalu waspada terhadap tanda-tanda adanya tipu daya atau pelecehan. Mereka sering kali kasar dan bereaksi dengan kemarahan terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan. Mereka juga enggan memercayai orang lain dan cenderung menyalahkan orang lain serta menyimpan dendam meskipun jika ia sendiri juga salah. Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid ini terlalu sensitif, kaku, tidak fleksibel, argumentatif, dan melihat orang lain jelek. Mereka sangat pencemburu dan tanpa alasan dapat mempertanyakan kesetiaan pasangan atau kekasih mereka.

contoh kasus kepribadian paranoid dapat ditemukan pada sehari hari. Seperti gelisah, atau percaya bahwa orang lain tidak menyukai kita. Sehingga timbul rasa curiga, ketidakpercayaan, dan timbul rasa dendam terhadap orang lain. Oleh karena itu, Kebanyakan orang dengan gangguan kepribadian paranoid mengalami kesulitan interpersonal dalam konteks hubungan keluarga, pertemanan, dan situasi kerja. Usaha untuk meningkatkan kemampuan sosial seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid dapat membantu mencegah masalah gaya interpersonal yang menjadi karakteristik gangguan kepribadian paranoid.


Referensi :

http://www.psychoshare.com/file-142/psikologi-kepribadian/teori-teori-dalam-psikologi-kepribadian.html 

Rabu, 24 Mei 2017

Emosi

Apa itu Emosi??

Menurut Chaplin, Emosi ialah suatu keadaan yang terangsang dari organisme yang mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang sifatnya mendalam dari perubahan perilaku tersebut. Chaplin juga membedakan emosi dengan perasaan dan dia mengatakan bahwa perasaan adalah pengalaman yang disadari, yang diaktifkan baik itu oleh perangsang eksternal maupun oleh bermacam-macam keadaan jasmaniah.

Menurut teori James-Lange, emosi merupakan akibat atau hasil persepsi dari keadaan jasmani (felt emotion is the perception of bodily states), orang sedih karena menangis, orang takut karena gemetar dan sebagainya. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa gejala kejasmanian merupakan sebab emosi, dan emosi merupakan akibat dari gejala kejasmanian.

Teori ini menyatakan bahwa emosi merupakan hasil dari keadaan fisiologis yang muncul akibat dari sebuah stimulus di lingkungan, dan perubahan fisiologis yang berbeda terlihat pada denyut jantung, pola pernapasan, keringat dan respon-respon lainnya.

Bentuknya, yaitu :
Stimulus ---> Reaksi fisik ---> Emosi

Contohnya menurut pengalaman pribadi saya, yaitu pada saat pembelajaran di kelas. Pada hari itu, dosen saya mengingatkan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan yang telah dibuat didepan kelas. Kemudian dosen tersebut mempersilahkan kelompok saya untuk mempresentasikannya lebih dulu. Tapi, saat itu saya lupa untuk membawa softcopy data tersebut. Saya tidak memiliki salinan apapun, karena hanya disimpan disatu folder. Saat itu juga jantung saya berdetak kencang, saya merasa cemas dan takut, sampai rasanya ingin menangis.

Nah, dari cerita tersebut kita ketahui bahwa reaksi fisik dapat menimbulkan emosi. Yaitu saat jantung saya berdetak kencang sehingga timbul rasa cemas dan takut.


Referensi:
http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-emosi-dan-bentuk-emosi.html

Rabu, 17 Mei 2017

Kreativitas dan Bahasa


Apakah Kreativitas memiliki kaitan dengan Bahasa?

Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk berpikir. Manusia memerlukan sarana dalam berpikir yaitu bahasa. Dengan adanya kemampuan berpikir ini, membuat manusia berbeda dari binatang sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Bukan itu saja, dengan kemampuan berbahasa manusia bisa saling berkomunikasi maupun berinteraksi dengan siapa saja dan dimana saja. Untuk itu, dengan kemampuannya berbahasa, manusia dapat menciptakan hubungan yang baik dengan orang tersebut. Selain mampu berpikir, dan berbahasa, manusia juga memiliki kreativitas.

Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau daya cipta (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001: 599). Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.

Bahasa menurut Kridalaksana (2005: 3) adalah sistem lambang bunyi yang disepakati untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa bahasa adalah sebuah sistem. Maksudnya adalah bahasa itu bukanlah sejumlah unsur yang terkumpul secara tidak beraturan. Bahasa memiliki variasi-variasi karena bahasa dipakai oleh kelompok manusia untuk berkomunikasi dan bekerja sama. Dari pengertian tersebut, jelaslah bahwa manusia mempunyai bahasa dan menggunakannya untuk berkomunikasi secara verbal satu sama lain. Sebagai alat komunikasi verbal, bahasa dapat berfungsi sekurang-kurangnya terdapat dua orang. Agar manusia tidak mengalami kesulitan dalam bahasa, ditetapkanlah konvensi-konvensi yang harus ditaati oleh pemakai bahasa. konvensi itu kemudian diatur, diklasifikasikan, dan lahirlah tata bahasa.

Mengapa ada orang yang lebih kreatif dalam menggunakan bahasa?  Menurut Gardner, setiap manusia adalah orang yang cerdas. Mengapa? Karena menurutnya ada tujuh macam kecerdasan:

1. kecerdasan musik (musical intelligence)

2. kecerdasan gerakan-badan (bodily kinesthetic intelligence)

3. kecerdasan logika-matematika (logic-mathematical intelligence)

4. kecerdasan linguistik/bahasa (linguistic intelligence)

5. kecerdasan ruang (spatial intelligence)

6. kecerdasan antarpribadi (interpersonal intelligence)

7. kecerdasan intrapersonal


Dari uraian di atas dapat dijelaskan hubungan antara bahasa dan kreativitas. Manusia berpikir dengan menggunakan bahasa. Pikiran tercipta di otak. Otak terbagi menjadi dua belahan, kiri dan kanan. Otak sisi kiri mengatur bahasa, sedangkan sisi kanan mengatur imajinasi. Ketika seseorang sedang berkreasi menciptakan sebuah karya puisi atau cerpen misalnya, maka orang tersebut menggunakan bahasa dalam pikirannya. Sekaligus dapat berimajinasi dengan segala kreativitasnya.

 


#FIKOMUP #EKAWARTIANI #7015210054 #PSIKOLOGIUMUM2