Pada kali ini saya akan menjelaskan sedikit mengenai Memori atau ingatan. Secara etimologi, memori atau memory (Inggris), memoire (Prancis) adalah keberadaan tentang masa lampau yang hidup kembali, catatan yang berisi penjelasan, dan alat yang dapat menyimpan dan meerekam informasi. Memori atau ingatan bukan merupakan suatu objek seperti mata, tangan dan organ tubuh lainnya. De Porter & Hernacki (dalam Afiatin 2001) menjelaskan bahwa memori atau ingatan adalah suatu kemampuan untuk mengingat apa yang telah diketahui. Seseorang dapat mengingat sesuatu pengalaman yang telah terjadi atau pengetahuan yang telah dipelajari pada masa lalu dalam ilmu psikologi disebut recall memory.
Proses
memori mengandung 3 operasi umum:
1. Pengkodean (Encoding)
Cara
mentransformasikan input fisik indrawi menjadi sejenis representasi
mental di dalam memori.
2. Penyimpanan (Storage)
Cara
menahan informasi yang sudah tersimpan di dalam memori.
3. Pengeluaran (Retrieval)
Cara
memperoleh akses menuju informasi yang sudah terimpan di dalam memori.
Proses merecall memory atau mengingat kembali sebuah informasi terkait erat dengan jenis memory atau ingatan yang akan dimunculkan kembali. Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (Matlin, 1998) mengajukan konsep memori yang dibedakan dalam 3 sistem penyimpanan informasi, yaitu :
1.
Memori
Sensori (sensory memory)
Memori Sensori adalah suatu system memori
yang dirancang untuk menyimpan informasi yang diterima dari sel-sel reseptor
dalam waktu yang amat pendek.
2.
Memori
Jangka Pendek (short term memory)
Memori Jangka Pendek adalah salah satu proses penyimpanan informasi yang bersifatsementara. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek berisi informasi yang terpilih dari memori sensori.
Memori Jangka Pendek adalah salah satu proses penyimpanan informasi yang bersifatsementara. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek berisi informasi yang terpilih dari memori sensori.
3.
Memori
Jangka Panjang (long term memory)
Memori Jangka Panjang diartikan sebagai tempat
penyimpanan informasi yang bersifat permanen.
Contohnya yaitu, pada saat saya menjadi bendahara kelas. Setiap hari jumat saya selalu menagih uang khas teman-teman dikelas. Teman-teman saya pun menghampiri saya untuk membayar uang khas satu per satu. Tidak lupa saya selalu menyiapkan buku khas dan pulpen untuk mencatat daftar nama siapa saja yang sudah membayar uang khas. Kemudian salah satu teman saya bertanya, “eh tadi gue udh bayar uang khas belum ?”, saya pun lupa dan langsung mengecek daftar nama siapa saja yang sudah membayar uang khas. Karena kapasitas dalam memori jangka pendek sangat terbatas untuk menyimpan sejumlah informasi. Saya pun mencoba mengingat dalam memori jangka pendek. Ada dua cara mengingat dalam memori jangka pendek, yaitu; Parallel search, informasi yang disimpan dalam memori ditelusuri sekaligus. Misalnya pada saat teman saya bertanya, maka saya langsung mengingat wajah teman saya, dan dilanjutkan dengan mengingat namanya. Kemudian, penelusuran informasi dilakukan pada satu kesatuan informasi satu per satu. Seperti daftar nama-nama teman saya di buku khas. Ketika teman saya bertanya apakah ia sudah membayar atau belum, secara otomatis saya akan melihat, dan akan mengingat daftar nama-nama teman saya yang sudah membayar uang khas.
Itulah salah satu
contoh memori jangka pendek menurut pengalaman saya. Mohon maaf jika ada salah
penulisan. Terimakasih.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar